GGP Imanuel
Gereja Gerakan Pentakosta
Beranda
Visi & Misi Sejarah Gereja Profil Pendeta
Semua Kegiatan Kegiatan Ibadah Kegiatan Komunitas
Jadwal Ibadah Jadwal Pelayan
Renungan Harian Artikel Rohani
Transparansi Keuangan Kontak
Artikel Rohani

Utusan Allah

Pdt. Lidya
14 April 2026
Yohanes 1:6-8
Kembali ke Artikel Rohani

Yohanes 1:6-8

Renungan pagi – Selasa, 14 April 2026

Yohanes 1:6-8
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

UTUSAN ALLAH
• Yohanes adalah seorang utusan Allah. Tugasnya sangat spesifik : Datang mendahului Yesus, untuk membuka jalan, mempersiapkan hati banyak orang untuk menerima dan percaya pada Yesus.
• Yohanes bukan Sang Terang, tapi dia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
• Dia harus bekerja keras, berjibaku melawan para penguasa, menyerukan pertobatan. Tak kenal lelah, tak selalu diterima, sering harus berhadapan dengan orang-orang yg keras kepala dan tegar tengkuk.

• Maka, dibutuhkan keberanian, ketegasan dan wibawa untuk menegur dengan tegas siapa pun yg salah, termasuk para pemimpin negri.
• Tetapi juga dibutuhkan kerendahan hati untuk mengatakan bahwa dirinya bukanlah Sang Mesias. Dibutuhkan kebesaran hati untuk undur dari arena, ketika Yesus, yg disaksikannya sudah tiba dan mulai bekerja. Dibutuhkan kerelaan untuk ditinggalkan pengikutnya dan dilupakan, ketika semua mata terarah kepada Yesus, dan tidak lagi kepada dirinya.
• Dan Yohanes menerima dan melakukan tanggungjawabnya dengan sangat baik sampai akhir.

• Bukankah kita pun dipanggil untuk peran yg sama dengan Yohanes? Kita memang tidak ditugaskan untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus di dunia ini. Tetapi kita dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi anak-anak muda kita.
• Bukankah kita diutus untuk memperkenalkan Kristus dan firman-Nya kepada anak-anak kita, agar mereka mengenal dan percaya kepada Sang Juruselamat?
• Bukankah kita diutus untuk menanamkan nilai-nilai iman dan firman agar karakter anak-anak kita tumbuh serupa dengan karakter Kristus?
• Bukankah kita diutus untuk melatih anak-anak kita agar memiliki ketrampilan hidup, tangguh dan kreatif menghadapi persoalan dan tantangan, agar mereka tumbuh dewasa dalam segala hal dan siap menjalani kehidupannya?

• Maka, jangan lupa!! Kita butuh memiliki keberanian, ketegasan dan wibawa untuk mendidik, menegur dan jika perlu memarahi mereka. Tetapi kita juga butuh kerendahan, kebesaran dan kerelaan hati untuk undur dari arena, melepas anak-anak kita yg sudah tumbuh dewasa untuk mengambil peran lebih besar.
• Jadi, siapkah kita menjadi utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi anak-anak kita??

Selamat pagi dan selamat menikmati cinta Tuhan Yesus hari ini. Dia memberkati dan menuntun langkah kita.

Salam,
LYI